Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Jakarta » Lahan Tidur di Pusat Jakarta

Lahan Tidur di Pusat Jakarta

(116 Views) Februari 9, 2019 9:34 am | Published by | No comment

Sejak tahun 90 an, sebagian tanah di kelurahan Karet Tengsin digusur, dibeli pihak developer, tidak untuk pembangunan jalan, tapi untuk pembangunan apartemen atau perkantoran. Sebagian tanah sudah dibangun, tapi masih banyak yang dibiarkan begitu saja, menjadi semak belukar.



Pada awal penggusuran, rumah yang sudah dibeli, sebagian langsung dirobohkan, sebagian dipertahankan, digunakan oleh pihak developer untuk kantor atau pos pengaman property mereka di kawasan itu. Sebagian yang lain, disewakan dengan harga yang murah dengan perjanjian sewaktu-waktu mereka harus pindah. Sedangkan ada lahan yang luas (500 m2) digunakan untuk kegiatan warga (olah raga, rapat, pertemuan), dengan perjanjian, sewaktu-waktu lahan tersebut diserahkan ke pihak developer.

Bangunan yang dirobohkan lahannya dijadikan tempat parkir, sebagian warga membangun rumah sementara, bagi warga yang belum digusur tapi bersebelahan dengan tanah yang sudah digusur, membangun/menambahkan satu-dua ruangan pada tanah yang bukan haknya. Ada yang membangun warung, malah ada yang membangun kamar kos-kosan di lahan developer. Hal ini berlangsung bertahun-tahun, lebih dari 10-15 tahun.

Sampai pada suatu waktu, pihak developer membuat pagar pada lahan yang sudah mereka beli. Warga yang menempati bangunan di atas tanah developer diminta segera pindah, bangunan itu akan dirobohkan oleh pihak developer dan dibangun pagar setinggi 2 meter. Ini berarti lahan kosong itu tidak dapat lagi dipergunakan oleh warga.

Bagi warga yang belum digusur, dan rumah mereka terletak di bagian dalam (menuju ke rumah mereka melalui gang-untuk pejalan kaki-) sedangkan rumah yang lain sudah digusur, maka hanya disisakan jalan yang sangat sempit, untuk mereka lalui, hanya bisa untuk pejalan kaki, kendaraan roda dua tidak dapat masuk.



Lalu bagaimana dengan mobil yang biasa parkir di lahan kosong, atau rumah warga yang dibangun di atas tanah milik developer ? Warga yang tanahnya dirobohkan pindah ke daerah lain, atau sebagian kos atau mengontrak di rumah yang belum digusur. Kendaraan terpaksa parkir di pinggir jalan atau menyewa lahan warga yang bisa digunakan untuk parkir.

Lahan developer dibiarkan kosong dan dipagar. Padahal, nilai tanah sangat tinggi, apalagi terletak di pusat Jakarta. Pada kasus sejenis, lahan tidur milik developer digunakan untuk lahan pertanian, sehingga produktif. Lahan pertanian dikelola oleh komunitas dan masyarakat sekitarnya.

Pada prinsipnya lahan tidur di perkotaan tidak hanya dapat digunakan untuk lahan pertanian, karena tidak semua orang mempunyai keahlian dalam bidang pertanian, tapi dapat digunakan untuk kolam ikan dan peternakan kambing. Lahan yang terletak di pinggir jalan dapat digunakan untuk parkir atau warung. Tentu ada aturan main yang jelas antara pihak developer (pemilik lahan) dengan penguna lahan.

Safitri Ahmad
Writer, landscape architect, urban planner



No comment for Lahan Tidur di Pusat Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *