Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Jakarta » Ruang Terbuka Hijau Properti Pribadi Berkontribusi Pada Kota Jakarta (Studi kasus : Hotel The DoubleTree )

Ruang Terbuka Hijau Properti Pribadi Berkontribusi Pada Kota Jakarta (Studi kasus : Hotel The DoubleTree )

(102 Views) Januari 23, 2019 3:03 am | Published by | No comment



Hotel The DoubleTree terletak di kawasan Menteng. Hotel ini dibangun tahun 2011. Bagi yang mengenal “Menteng” yang terbayang adalah kawasan perumahan yang asri, teratur, rumah dan bangunan bergaya kolonial, kawasan yang mempunyai kisah sejarah kemerdekaan, dan warga menteng yang “berkelas”.

Bagaimana merancang bangunan pada kawasan Menteng dengan “image” seperti itu, pada masa kini? Merancang bangunan hotel bintang 4 dengan tuntutan fasilitas yang lengkap dan jumlah kamar yang banyak?

Sebelum dibangun, tapak hotel The DoubleTree merupakan tapak kosong dengan pohon dan tanaman liar. Arsitek dari DCM Jakarta, Budiman, mempertahankan tiga pohon yang sudah sangat besar dan berusia lanjut. Salah satu, pohon Trembesi yang berusia puluhan tahun yang merupakan jejak peninggalan masa lalu yang masih dipertahankan. Pohon Trembesi terletak di bagian depan hotel dengan besar yang sangat signifikan.

Parkir kendaraan terletak di basement, dan kamar hotel menyebar di dua tower di tengah tapak, sehingga sebagian besar tapak digunakan untuk ruang terbuka hijau dan ruang terbuka biru (kolam renang).

Ruang terbuka hijau dan Parkir (jalur jalan kendaraan menuju parkir) terpisah dari area hijau membuat area itu menjadi lebih bersih dari polusi udara (dari asap kendaraan) dan rasa aman bagi siapa saja (terutama anak-anak) untuk berkegiatan di area Ruang terbuka hijau.



Pohon Trembesi yang berusia puluhan tahun bersanding dengan pohon Ketapang Kencana yang menjadi tren masa kini. Pohon mampu menyerap polusi dan menghasilkan oksigen lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman semak. Tajuk pohon yang lebar dan rindang membuat suhu di bawah pohon menjadi lebih rendah.

Ruang terbuka hijau yang di dalam properti pribadi (Hotel The DoubleTree) memberikan kontribusi pada ruang hijau kota, terutama di Pusat Jakarta. Perancangan pada tapak property pribadi yang berpihak pada lingkungan akan memberikan dampak yang signifikan pada setiap orang yang berkegiatan di tapak tersebut dan lingkungan di sekitar tapak.

Safitri Ahmad
Writer, landscape architect, urban planner



No comment for Ruang Terbuka Hijau Properti Pribadi Berkontribusi Pada Kota Jakarta (Studi kasus : Hotel The DoubleTree )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *