Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » Uncategorized » Jakarta » Drainase Vertikal Nama Lain Sumur Resapan

Drainase Vertikal Nama Lain Sumur Resapan

(119 Views) Januari 23, 2019 2:58 am | Published by | No comment



Dalam kampanye pemilihan Gubernur Jakarta tahun 2017, Anies Baswedan –Sandiaga Uno mengusung konsep drainase vertical untuk mengatasi banjir di Jakarta. Bahwa air hujan harus diserap tanah, sehingga tidak mengalir ke permukaan. Dan baru-baru ini, Anies kembali menyampaikan agar setiap warga membuat drainase vertical, karena sebagian besar banjir terjadi di daerah perumahan. Saya kira drainase vertical merupakan metode baru, ternyata sumur resapan.

Sumur resapan sudah dilakukan oleh pemerintah DKI Jakarta (pergub no. 20 tahun 2013 tentang Sumur Resapan), akan tetapi pada prakteknya banyak warga yang tidak membuat sumur resapan, termasuk hotel dan perkantoran.

Pada prinsipnya air yang jatuh di dalam tapak tidak mengalir ke saluran kota, tetapi diserap oleh tapak tersebut. Dan menurut Anies cara yang paling jitu adalah dengan sumur resapan. Tidak salah. Akan tetapi jika ditelaah lebih jauh, apa saja kendala sumur resapan untuk menyerap air hujan? 1. Tidak semua jenis tanah di Jakarta mampu menyerap air hujan dengan baik, misal tanah lempung yang terdapat di Utara Jakarta. 2. Tidak semua warga bersedia atau tidak mempunyai tapak/dana untuk membuat sumur resapan. 3. Pemerintah kota akan sulit mengawasi apakah pemilik tapak sudah mempunyai sumur resapan atau tidak.



Menurut saya, sumur resapan tetap harus diupayakan untuk dibangun di setiap tapak. Akan tetapi, sebelum air hujan masuk ke dalam sumur resapan, air hujan dari atap, dapat ditampung sementara di dalam bak penampungan. Air di dalam bak penampungan dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman atau membersihkan kendaraan atau lantai.

Bak penampungan dapat dibuat secara berlapis-lapis, sebelum masuk ke dalam sumur resapan, misal bak penampungan di atas permukaan tanah dan bak penampungan di dalam tanah. Sisa air yang tidak tertampung mengalir ke saluran kota. Langkah berikutnya, kota membuat bak penampungan, sumur resapan, dan sisa air mengalir ke laut.

Jika berada di dalam perumahan padat, pemerintah kota dapat membuat bak penampungan komunal. Saluran air dari beberapa rumah penduduk diarahkan ke bak penampungan komunal. Selain pembangunan bak komunal lebih murah, air yang ditampung dapat digunakan oleh warga.

Alternative mengendalikan air hujan tidak hanya dengan sumur resapan, tapi dengan mengunakan bak-bak penampungan di dalam tapak masing-masing, dan dalam skala kota.

Safitri Ahmad
Writer, landscape architect, urban planner



No comment for Drainase Vertikal Nama Lain Sumur Resapan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *